Didukung oleh:
Akses Cepat
Kerja Sama:

© 2019 by rangkul.org

  • Admin

BANDUNG PISAN: YAYASAN ANUGERAH INSAN RESIDIVIS, RUMAH BAGI RESIDIVIS


Oleh Fathia Uqimul Haq via ayobandung.com

Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist, Asep Djuheri (46) merasakan sendiri betapa sulitnya mantan narapidana kembali ke masyarakat. Menurunnya, sangat sulit mendapat kepercayaan dari lingkungan bahkan keluarga sendiri, apalagi mendapatkan pekerjaan. Hal tersebut lantas menjadi dasar didirikannya yayasan ini.   


Residivis adalah istilah untuk seseorang yang melakukan tindak pidana berulang kali. Setelah pernah merasakan dinginnya penjara, kemudian kembali lagi ke dalam tahanan. Napi tersebut disebut residivis.  


Tak mudah membangun sebuah wadah yang bisa berdiri resmi. Dia merintis selama belasan tahun sampai pada Mei 2017 yayasan ini sudah resmi di bawah Kemenkumham.   


Yayasan pembinaan dan pelatihan bagi ex-warga binaan (residivis) atau para ex-napi ini mengajak untuk mengubah masa depan supaya menghasilkan sesuatu. Wadah buatan ketua RW 6 Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay ini menjadi jawaban para napi, setidaknya untuk mendapatkan dukungan moral.  


"Memang di dalam lapas dibina, tetapi setelah keluar, siapa yang merangkul, atau menjadi kepanjangan tangan mereka untuk dibawa bekerja? Bahkan tidak sedikit yang tidak mau menerima mantan napi," kata Asep yang dikenal sebagai Heri Cowet, Kamis (4/10/2018).  


Heri yang sudah melanglangbuana di dunia kriminal dan 8 kali merasakan dinding tahanan akibat curanmor dan narkoba sadar bahwa kebutuhan napi setelah keluar dari tahanan adalah sebuah wadah. Salah satu faktor ex-napi mengulang kembali kejahatan adalah sulitnya mendapat kepercayaan dan pekerjaan di luar.   


"Setelah keluar ya bingung, akhirnya kembali lagi membuat kejahatan. Susah cari kerja, masyarakat sekitar membuat kita down. Pernah tiga hari baru keluar penjara sudah masuk lagi," kenangnya.  


Kepeduliannya terhadap nasib residivis dan ex-napi membuatnya segera mendirikan yayasan. Hadirnya wadah ini menjadi angin segar bagi para ex-napi yang baru saja menghirup udara kebebasan.   


Heri membuat dua wadah atas nama residivist. Yayasan Residivist menjadi tempat bagi mereka yang benar-benar telah meninggalkan masa kelamnya. Tak lagi  ada mabuk-mabukan dan narkoba yang bisa merusak citra diri mereka. Sebab mereka yang sudah masuk Yayasa Residivist harus siap meninggalkan tindakan negatif dan siap bekerja supaya yayasan tidak mendapat catatan negatif dari perusahaan. Bagi para ex-napi yang belum bisa meninggalkan sepenuhnya, mereka dibina dalam sebuah komunitas. Setidaknya, para ex-napi tidak sendiri berjuang untuk hijrah. Dari sana, mereka perlahan dapat pindah ke yayasan supaya bisa diterima. "Kalau mereka sudah di yayasan terus melakukan hal yang tidak seharusnya lagi bisa saja turun ke komunitas," jelasnya.   


Para ex-napi digembleng lewat berbagai kemampuan. Semisal menyablon, membengkel, menjahit, dan sebagainya. Setelah siap lahir batin, mereka akan disalurkan ke berbagai tempat bekerja atau projek yang telah bekerjasama dengan Yayasan Anugerah Insan Residivist.  


"Masalahnya ketika para ex-napi keluar, mereka susah juga tidak punya KTP dan Ijazah. KTP susah lagi membuatnya soalnya waktu misal ada penangkapan diminta KTP, sudah lama, ya sudah gatau kemana identitasnya,"tuturnya.   


Heri mewakili para ex-napi berharap supaya pemerintah dapat memberikan perhatian kepada mereka yang telah bebas. Pasalnya setiap hari pasti ada yang bebas dari tahanan. Kemampuan di dalam lapas yang telah dikembangkan setidaknya disambut dengan baik oleh pemerintah untuk menyalurkan mereka ke berbagai tempat sesuai kebutuhan.  


"Jangan pandang ex-napi sebelah mata, Pemerintah harus lebih perhatian seperti memberi kemudahan akses. Misalnya seperti bantu identitas supaya mereka punya KTP dan KK.  Anak napi yang  ditinggal oleh bapaknya bisa diberi bantuan untuk kebutuhan dasar dan sekolah. Tak jarang mereka putus sekolah, malah diejek tetangga dan lingkungannya. Masih ada stigma seperti itu," ungkap Heri Cowet. 


Sumber: ayobandung.com, 5 Oktober 2018

Tautan sumber: https://www.ayobandung.com/read/2018/10/05/38909/bandung-pisan-yayasan-anugerah-insan-residivist-rumah-bagi-residivis

0 tampilan
logo rangkul 1 copy.png